hahaha, sorry klo di postingan ini gw agak lancang dan mungkin rada lebay. tapi memang ini lah pendapat gw tentang peraturan rambut yang ditetapkan di sekolah-sekolah negeri dan sebagian sekolah swasta. peraturan ini ditetapkan untuk siswa laki-laki. biasanya peraturannya nggak ngebolehin siswa laki-laki berambut ngelebihin alis, kerah baju dan telinga.
sekarang sih masih jaman2 liburan jadi gw masih bisa manjangin rambut gw semau gw, tapi tanggal 14 juli 2008 ini dah masuk sekolah lagi, paling ntar ada guru2 yang menegur siswa2nya yang berambut panjang, dan palingan gw kena. biasanya teguran yang terparah adalah pemotongan yang dilakukan oleh guru2 itu sendiri terhadap murid2nya. mending klo potongannya bagus!!!
tapi sebenernya apa sih tujuan peraturan ini???????????????? klo yang gw denger2 sih ada beberapa alasan kenapa ada peraturan ” Laknat” ini, yaitu:
- membuat siswa2 berpenampilan “rapi” sehingga mencerminkan citra seorang “Pelajar”
- mengalihkan konsentrasi murid untuk lebih konsen ke pelajaran
- men-cap rambut panjang sebagai model untuk gaya2an di sekolah sehingga menggangu proses belajar mengajar
- men-cap kita sebagai anak2 sehingga belum pantas untuk bergaya
- untuk pembentukan karakter
tapi apakah alasan2 itu cukup beralasan?????
pertama, mungkin ada orang yang menilai klo rambut pendek itu mencerminkan pribadi yang rapi dan sebagainya lah yang bagus2. tapi ada juga pepatah yang mengatakan “Don’t Judge Book By Its Cover” ” jangan menilai sebuah buku dari kovernya” dan itu ada benernya. sekarang malah banyak orang2 penipu atau kriminal yang berpakaian dan berdandan dengan rapi, salah satunya dengan berambut pendek. berambut pendek sekarang bukanlah sebuah image yang hanya dimiliki oleh seorang pelajar saja. sehingga rambut pendek bukanlah sebuah image yang sah untuk di jadikan cerminan seorang pelajar. lagipula masih bisa kok rambut panjang dibikin rapi. ini bisa menimbulkan pola pikir klo orang rapi pasti bener, padahal kenyataannya kagak. GAWAT!!!(lebay). emang sih masyarakat kita adalah orang2 yang simbolis, lebih suka liat hasil akhir yang gak berguna daripada sebuah proses yang penuh daya guna.
kedua, untuk mengalihkan konsentrasi murid agar lebih konsen ke pelajaran. nggak juga!!!! bagi gw murid2 lebih bisa konsen dengan keadaan yang bikin mereka nyaman, bukan keadaan yang dipaksakan untuk dinyamankan. dengan memaksakan siswa berambut pendek, terkadang malah bikin si siswa nggak nyaman sehingga malah nggak konsen belajar. contoh hidupnya adalah… GW SENDIRI. gw adalah contoh siswa yang lebih nyaman belajar klo berambut panjang, berambut pendek bikin gw gak PD, gw lebih bisa aktif dan suka maju ke depan kelas klo gw berambut panjang. jadi alasan kedua bisa terbukti klo itu gak beralasan.
Ketiga, men-cap rambut panjang sebagai model untuk gaya2an di sekolah sehingga menggangu proses belajar mengajar. sekarang juga ada gaya2 rambut yang “gak panjang” tapi bisa dibuat gaya2an. jadi dengan berambut pendek pun kita bisa berlenggak-lenggok di sekolah bagaikan berjalan di cat-walk.
Keempat,men-cap kita sebagai anak2 sehingga belum pantas untuk bergaya. kita dituntut bersikap dewasa oleh guru2, tapi semua sikap kita ditanggapi seperti menanggapi anak2. cobalah untuk mendengar opini siswa dengan lebih serius, gimana mau berkembang pola pikirnya klo kita dianggap anak2 terus.
————————————————————————————-
Untuk alasan kelima, itu adalah alasan tambahan yang sebelumnya belum ada di postingan ini. hmmmm, untuk pembentukan karakter?!?!?!?! belum terbantahkan!!!
Tapi tetep!!!! gw gak suka ama peraturan ini!!!! Hwahahahaha
————————————————————————————-
bukannya gw menjunjung budaya negara lain, tapi tengoklah negara2 yang lebih maju pendidikannya dari negara kita. diantara negara tersebut ada kok yang nggak menetapkan peraturan rambut tapi generasi mudanya bisa berprestasi lebih dari INDONESIA.seharusnya kita menetapkan peraturan yang bisa menghasilkan manfaat bagi pola pikir kita, bukan dicekokki dengan peraturan2 simbolis seperti peraturan rambut. klo masih dicekokki dengan peraturan simbolis kayak gini, jangan heran klo generasi mudanya adalah orang2 yang hanya simbolnya yang bagus dari luar tetapi isinya tetap busuk,contoh para pejabat yang melakukan aksi simbolis membantu korban bencana hanya untuk tambah terkenal, padahal masih banyak hal2 yang lebih bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk para korban. contoh lain, para demonstran mahasiswa yang menjadikan titel mahasiswa sebagai simbol mereka, padahal dalamnya adalah orang2 anarkis, tidak mencerminkan mahasiswa sama sekali. yah mungkin akibat dari peraturan rambut nggak separah yang gw tulis, tapi tetep aja nih peraturan gak berguna buat ditetapkan di sekolah2.
jadi apakah bisa dibenarkan klo gw bilang peraturan rambut adalah peraturan simbolis yang tak berarti???
-The Count-
5 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment







Untuk sukses perlu disiplin. Dan disiplin butuh peraturan. Bukankah kamu ingin menjadi orang SUKSES!!?? Dan orang SUKSES melihat sesuatu tidak dari perspektif diri sendiri. Siap menjadi orang SUKSES!?
Pak Mufid* peraturan rambut bagi saya gak begitu berguna untuk mendisiplinkan murid, alasannya sudah saya tulis blog saya.
saya juga nggak menutup diri saya dan hanya berpikir dari sudut pandang sendiri, untuk itu saya juga mencantumkan beberapa pendapat orang lain. dan saya juga gak memaksa orang untuk setuju sama pendapat saya, biar orang itu yang menilai.
memangnya menurut bapak, apa gunanya peraturan rambut???
Pak Mufid* oh ya ketinggalan satu jawaban. saya siap pak jadi orang sukses
dear fauzi . . .gue setuju dengan pendapat kamu, gaya rambut tidak bisa dijadikan patokan rapi atau tidak, disiplin atau tidak dan sebagainya
namun jika gue meilhat dari sudut yang berbeda, yakinkah kamu jika rambut panjang bisa rapi? rabut pendek jelas lebih rapi drpada rambut panjang dalam kondisi apapun. tidak semua siswa di sekolah bisa menganut paham panjang dan rapi kan? peraturan di buat untuk mengantisipasi perbedaan karakter dan kepibadian yang beragam di sekolah, ada jaminan jika tidak ada eraturan rambut smua siswa bisa berambut panjang, rapi, tida gimbal, dll
bukan bermaksud menggurui, karena gue udah pernah berada di posisi siswa n masih remaja juga. tapi yg namanya peraturan dimanapun ada. suka atau tidak, setuju atau tidak.sekarang plihannya adalah ketika kamu tidak bisa fit dengan aturan tersebut adalah hak kmu untuk tidak masuk dan hak sekolah untuk memaksakan kamu menaati peraturan sekolah.
mungkin kasusnya sama dengan ketika ada orang lain masuk ke dalam kamar kamu, ada rules yang kamu buat. misalnya kamu ga mau ada orang yang belum mandi 3 hari masuk ke kamar kamu. ga mandi juga ga mempengaruhi nilai kan….tapi peraturan itu hak preogatif kamu kan…
one thing gue kagum sama cara kamu menyampaika pendapat….i think u are smart
hmm terima kasih untuk masukannya. ini bisa menjadi referensi untuk saya dalam menyikapi peraturan rambut ini.
hehehe makasih untuk pujiannya.